MALAYSIA, I’M POSSIBLE
Part II, Yes, I’ll take it
Sebuah pilihan yang hadir secara
tiba-tiba terkadang membuat seseorang berfikir keras untuk bisa mengambil
sebuah keputusan yang tepat. “You will take it or not”. Ya, dua pilihan yang
membuat saya harus berpikir berulang kali. 4 hari tersisa yang membuat hati dan
pikiran ini melebur menjadi satu. Keputusan berat yang harus dipilih, Ya atau
Tidak.
Setelah melewati berbagai pertimbangan
akhirnya saya putuskan untuk “Yes, I’ll take it”. Akhirnya saya berani
memutuskan untuk bilang “Ya” di hari Kamis. Tepat H-1 keberangkatan menuju
Malaysia. Sebuah keputusan yang gila ! iya benar-benar gila!. Masih teringat
jelas hari itu saya masih menjalani perkuliahan di hari Kamis sampai pukul
15.00 WIB. Rasanya seperti tak ada beban setelah saya memutuskan untuk
berangkat dan mengambil kesempatan mengikuti conference ke Malaysia. Padahal justru
masalah mulai bermunculan. Bagaimana tidak, saya belum memesan tiket pesawat
untuk besok. Saya juga belum menukar uang rupiah ke dalam bentuk dollar untuk
membayar registrasi conference dan uang Ringgit untuk kebutuhan hidup di
Malaysia.
Siang itu, masih di hari yang sama, di
jam istirahat kuliah saya sempat pergi mendatangi sebuah bank yang berlokasi
tidak jauh dari kampus. Akan tetapi, sayangnya saya harus lebih banyak bersabar
karena bank tersebut sudah tidak melayani penukaran rupiah ke dollar di atas
pukul 12.00. Baiklah. Lagi-lagi seperti tak ada beban. “Ah, yaudahlah besok
pagi aja jam 08.00 kayaknya masih sempet de”, hehe (jangan ditiru yah :D).
Bukan hanya masalah tukar menukar uang
saja, tapi tentu ada masalah lain yang lebih serius !. Ya, saya belum pesen
tikeeet ! (Ya ampun, plis jangan ditiru banget yah, hehe). Bersyukurnya ada
Bunda Ayu (hehe maapin bund). Orang yang sudah saya anggap sebagai kakak
sendiri atau mungkin udah kaya emak sediri, wkwk. Beliaulah yang membantu saya
menyelesaikan permasalahan tiket. Tapi lagi-lagi saya harus lebih banyak
bersabar karena ternyata pemesanan tiket online membutuhkan scan atau foto
pasport, dan sedihnya selama di kelas saya ngutak-ngatik isi folder leptop
teryata gak nemu juga file-nya. Makin jengkel lah Bunda Ayu, wkwk sabar yah
bund..
2 jam di kelas pun dilewati dengan
perasaan tak tenang. Sampai akhirnya kuliah selesai lebih awal. Tapi lagi dan
lagi saya harus lebih bersabar menahan diri untuk pulang ke kosan. Ternyata saya
masih harus mengikuti kegiatan rapat persiapan Workshop dan Seminar yang akan
diselenggarakan minggu depan di Purwakarta. Rasanya pengen lari aja ke kosan,
hehe tapi apalah daya. Beres rapat tanpa basa-basi langsung pulang. Sempet pamitan
ke beberapa orang termasuk Zae, orang yang udah nularin virus conference. Dan dia
Cuma bilang “Gila kamu Le!”. Haha mungkin dia kesel punya temen begini. Berangkat
besok tapi belom beli tiket!
Finally, setelah melalui proses yang
panjang akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket PP Bandung-Johor. Meskipun
dengan harga yang cukup mahal. Well, It’s ok, ini resiko karena segala
sesuatunya “dadakan” :’D, (heuheu jangan ditiru yah). Sedikit rasa lega setelah
berhasil mendapatkan tiket. Tapiiii... tentu masalah belum selesai sampai di
sini. Saya masih harus packing, minjem koper sana sini (sedih euy, ga punya
koper, wkwk). Sampe ada orang yang berbaik hati. Yes, Mba Linda dan Febi. Dua orang
yang selalu mendengarkan semua curhatanku. Dengan sukarela atau terpaksa
akhirnya Febi pun mau merelakan kopernya di bawa jalan-jalan ke Malaysia, hehe
Nuhun Peeeeeb !
So gimana kelanjutannya ? sekarang udah
tenang kan udah dapet tiket ? udah beres packing kan ? tinggal berangkat Yesss
???
NOOOOOOO.... Masalah baru muncul Guys :’(
Apa ituuuuu ???
Let’s continue to the next Part , hehe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar