Senin, 09 Januari 2017

MALAYSIA, I’M POSSIBLE : Part II, Yes, I’ll take it

MALAYSIA, I’M POSSIBLE

Part II, Yes, I’ll take it

Sebuah pilihan yang hadir secara tiba-tiba terkadang membuat seseorang berfikir keras untuk bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat. “You will take it or not”. Ya, dua pilihan yang membuat saya harus berpikir berulang kali. 4 hari tersisa yang membuat hati dan pikiran ini melebur menjadi satu. Keputusan berat yang harus dipilih, Ya atau Tidak.

Setelah melewati berbagai pertimbangan akhirnya saya putuskan untuk “Yes, I’ll take it”. Akhirnya saya berani memutuskan untuk bilang “Ya” di hari Kamis. Tepat H-1 keberangkatan menuju Malaysia. Sebuah keputusan yang gila ! iya benar-benar gila!. Masih teringat jelas hari itu saya masih menjalani perkuliahan di hari Kamis sampai pukul 15.00 WIB. Rasanya seperti tak ada beban setelah saya memutuskan untuk berangkat dan mengambil kesempatan mengikuti conference ke Malaysia. Padahal justru masalah mulai bermunculan. Bagaimana tidak, saya belum memesan tiket pesawat untuk besok. Saya juga belum menukar uang rupiah ke dalam bentuk dollar untuk membayar registrasi conference dan uang Ringgit untuk kebutuhan hidup di Malaysia.

Siang itu, masih di hari yang sama, di jam istirahat kuliah saya sempat pergi mendatangi sebuah bank yang berlokasi tidak jauh dari kampus. Akan tetapi, sayangnya saya harus lebih banyak bersabar karena bank tersebut sudah tidak melayani penukaran rupiah ke dollar di atas pukul 12.00. Baiklah. Lagi-lagi seperti tak ada beban. “Ah, yaudahlah besok pagi aja jam 08.00 kayaknya masih sempet de”, hehe (jangan ditiru yah :D).

Bukan hanya masalah tukar menukar uang saja, tapi tentu ada masalah lain yang lebih serius !. Ya, saya belum pesen tikeeet ! (Ya ampun, plis jangan ditiru banget yah, hehe). Bersyukurnya ada Bunda Ayu (hehe maapin bund). Orang yang sudah saya anggap sebagai kakak sendiri atau mungkin udah kaya emak sediri, wkwk. Beliaulah yang membantu saya menyelesaikan permasalahan tiket. Tapi lagi-lagi saya harus lebih banyak bersabar karena ternyata pemesanan tiket online membutuhkan scan atau foto pasport, dan sedihnya selama di kelas saya ngutak-ngatik isi folder leptop teryata gak nemu juga file-nya. Makin jengkel lah Bunda Ayu, wkwk sabar yah bund..

2 jam di kelas pun dilewati dengan perasaan tak tenang. Sampai akhirnya kuliah selesai lebih awal. Tapi lagi dan lagi saya harus lebih bersabar menahan diri untuk pulang ke kosan. Ternyata saya masih harus mengikuti kegiatan rapat persiapan Workshop dan Seminar yang akan diselenggarakan minggu depan di Purwakarta. Rasanya pengen lari aja ke kosan, hehe tapi apalah daya. Beres rapat tanpa basa-basi langsung pulang. Sempet pamitan ke beberapa orang termasuk Zae, orang yang udah nularin virus conference. Dan dia Cuma bilang “Gila kamu Le!”. Haha mungkin dia kesel punya temen begini. Berangkat besok tapi belom beli tiket!

Finally, setelah melalui proses yang panjang akhirnya saya berhasil mendapatkan tiket PP Bandung-Johor. Meskipun dengan harga yang cukup mahal. Well, It’s ok, ini resiko karena segala sesuatunya “dadakan” :’D, (heuheu jangan ditiru yah). Sedikit rasa lega setelah berhasil mendapatkan tiket. Tapiiii... tentu masalah belum selesai sampai di sini. Saya masih harus packing, minjem koper sana sini (sedih euy, ga punya koper, wkwk). Sampe ada orang yang berbaik hati. Yes, Mba Linda dan Febi. Dua orang yang selalu mendengarkan semua curhatanku. Dengan sukarela atau terpaksa akhirnya Febi pun mau merelakan kopernya di bawa jalan-jalan ke Malaysia, hehe Nuhun Peeeeeb !

So gimana kelanjutannya ? sekarang udah tenang kan udah dapet tiket ? udah beres packing kan ? tinggal berangkat Yesss ???

NOOOOOOO.... Masalah baru muncul Guys :’(
Apa ituuuuu ???
Let’s continue to the next Part , hehe


Tidak ada komentar:

Posting Komentar