Resume materi diskusi parenting
:
Tema : Menjadi orang tua tangguh
waktu : Minggu, 25 sept 2016 @Whatsapp
Pemateri : Yosi Molina, M.Psi - Dosen Psikologi UNP
waktu : Minggu, 25 sept 2016 @Whatsapp
Pemateri : Yosi Molina, M.Psi - Dosen Psikologi UNP
Suatu hari, seorang ibu dari
klien saya curhat. Beliau bingung, mengapa ilmu parenting yg ia baca dari buku,
internet dan seminar2 kadang2 terasa tidak berpengaruh pada cara pengasuhannya
terhadap anak2nya. Ia sangat tau kalau marah tidak boleh apalagi main tangan.
Tapi mengapa, terkadang ia sulit mengontrol diri. Tiba2 semua ilmu parenting
itu menguap. Dan ia merasa dirinya menjelma seperti sosok ibunya dulu. Marah
dengan nada suara tinggi dan intonasi yang mirip ibunya marah padanya saat ia
masih kecil. Bedanya, dulu ibunya marah dalam bahasa daerah sekarang ia marah
dalam bahasa Indonesia. Artinya, perbedaan yg gak signifikan.
Nah, saudara2. Apakah ada yang merasakan hal yang sama.
Jujur, saya yang bergumul dg teori2 ideal tentang psikologi perkembangan anak,
pernah berada dalam kondisi demikian. Bahkan John Gray mengawali bukunya yg
berjudul Children are from Heaven, juga menceritakan kalau dia juga pernah
terjebak seperti jelmaan ayahnya saat emosi pada anak. Ternyata pada kondisi
kita tertekan atau stress kita akan dikuasai oleh alam bawah sadar yg telah
terbentuk di sepanjang periode perkembangan kita dari lahir. Kita akan
bertindak tanduk seperti model yg kita lihat selama ini. Yaitu orangtua kita.
Kondisi ini akan menjadi tantangan dari ketangguhan kita sebagai orangtua yg ideal. Dalam hal ini saya juga dalam proses belajar untuk tangguh, semoga sharing ini bisa bermanfaat untuk kita semua agar saling menguatkan untuk tangguh ya.
Kondisi ini akan menjadi tantangan dari ketangguhan kita sebagai orangtua yg ideal. Dalam hal ini saya juga dalam proses belajar untuk tangguh, semoga sharing ini bisa bermanfaat untuk kita semua agar saling menguatkan untuk tangguh ya.
1. Apa pengertian orangtua
tangguh?
Orangtua yg tangguh adalah
~ mereka yg dapat bertahan dari situasi yang beresiko,
~ yg dapat mempertahankan ketenangan dan kompetensinya dibawah tantangan atau ancaman,
~ atau yang dapat "kembali" dari peristiwa yg menekan atau traumatik.
~ mereka yg dapat bertahan dari situasi yang beresiko,
~ yg dapat mempertahankan ketenangan dan kompetensinya dibawah tantangan atau ancaman,
~ atau yang dapat "kembali" dari peristiwa yg menekan atau traumatik.
2. Kenapa harus menjadi orangtua
yang tangguh?
Menjadi orangtua adalah suatu
keniscayaan mengingat banyak faktor yang akan mempengaruhi kualitas
parenting/cara pengasuhan kita sebagai orangtua terhadap anak. Untuk
selanjutnya hal tersebut berpengaruh pada kualitas tumbuh kembang anak yang
harus kita pertanggungjawabkan dunia dan AKHIRAT.
3. Tantangan menjadi orang tua
Bisa dilihat dari 3 aspek yaitu:
1) Karakteristik orangtua
- Kepribadian
- Sejarah perkembangan
- Nilai dan keyakinan
- Pengetahuan dan wawasan
- peran gender
Bisa dilihat dari 3 aspek yaitu:
1) Karakteristik orangtua
- Kepribadian
- Sejarah perkembangan
- Nilai dan keyakinan
- Pengetahuan dan wawasan
- peran gender
2) Konteks
- Jaringan Sosial
- Pekerjaan
- Hubungan pernikahan
- Struktur Keluarga
- Status sosioeconomic
- Budaya
- Jaringan Sosial
- Pekerjaan
- Hubungan pernikahan
- Struktur Keluarga
- Status sosioeconomic
- Budaya
3) Karakteristik Anak
- Temperamen
- Gender
- Kemampuan
- Usia
- Temperamen
- Gender
- Kemampuan
- Usia
Setiap orang sebagai orangtua
diuji ketangguhannya dari faktor yang berbeda2. Kurang lebih jabaran diatas
adalah rumusan dari Martin & Colbert dalam buku Parenting a life span
perspective. Ketika seseorang menjadi orangtua, ia akan membawa kombinasi yg unik
dari sifat dan pengalaman. Orang dewasa juga memiliki keragaman dilihat dari
tingkat kematangan, energi, kesabaran, kecerdasan dan sikap.
Karakteristik ini akan
berpengaruh pada
- sensitivitasnya terhadap kebutuhan anak,
- harapannya terhadap dirinya dan anaknya,
- kemampuannya untuk mengatasi tuntutan dari perannya sebagai orangtua.
- sensitivitasnya terhadap kebutuhan anak,
- harapannya terhadap dirinya dan anaknya,
- kemampuannya untuk mengatasi tuntutan dari perannya sebagai orangtua.
Sejarah perkembangan masa lalu
kita sebelum jadi orangtua, sejak masa kanak2 akan berpengaruh besar. Ketika
saya menangani kasus anak2, tidak jarang akhirnya harus merujuk orangtua dari
anak tersebut untuk ditangani oleh psikolog dewasa. Bahkan kadang2 masalah
anaknya tidak terlalu besar, yg bermasalah justru orangtua dari anak tersebut belum
deal dengan masa lalunya. Belum lagi, ketika ketangguhan orangtua diuji oleh faktor
eksternal diluar dirinya. Yang pasti ditemui adalah faktor pasangan, suami atau
istri kita yang pasti memiliki karakteristik yg berbeda dg kita. Kepribadiannya,
sejarah pengasuhannya, dst. Yg pasti butuh penyesuaian baik dalam hubungan
pernikahan dan cara pengasuhan terhadap anak.
So, gimana caranya biar jd orangtua tangguh un, dengan segala bawaan dari orgtua itu sendiri, pun dari external.ortu?
So, gimana caranya biar jd orangtua tangguh un, dengan segala bawaan dari orgtua itu sendiri, pun dari external.ortu?
1.
Kita mesti kuatkan
faktor internal kita dulu.
Mesti deal dulu dengan masa lalu. Misalnya: setelah baca
teori atau wawasan parenting ideal. Trus kita bisa menilai ternyata cara
pengasuhan ortu kita dulu gak tepat. Gak
ada gunanya kita menyesali dan menyalahkan orangtua. Karena hal ini bakal dari
beban di kaki dan dipundak tuk bisa bergerak dan move on ke arah parenting yg
positif. Karena pikiran kita masih dipenuhi hal negatif. Apalagi kalau setelah
jadi orangtua kita masih tinggal dg orangtua kita. Sehingga terkadang praktek
parenting terdahulu masih berlangsung ke level cucu. Nah disini benar2 sangat
diuji ketangguhan tuk deal dengan kondisi orangtua kita yg terkadang diluar
kontrol kita atau tidak mungkin kita kendalikan.
2.
Ketika merasa diri
atau kepribadian kita tidak dalam kondisi prima.
Misalnya punya kecemasan, pikiran
negatif atau sering bermasalah atau konslet dg orang lain terutama pasangan.
Segera cari bantuan. Jangan segan2 tuk konsultasi dengan psikolog dewasa atau
konsultan pernikahan. Hal ini sangat mengganggu tumbuh kembang anak dan
kebahagian hidup kita.
3.
Dengan pasangan
meski terbuka, tidak ada satu hal pun yg perlu ditutupi.
Bukankah pakaian kita pun sudah
lepas dihadapan pasangan masing2. Nah, hal ini juga berlaku dg keterbukaan diri
tentang berbagai hal seperti masa lalu, dan masa yang akan datang. Ketika masih
ada yg kita tutupi, berarti itu gejala ada yg tidak beres dalam hubungan.
Segera selesaikan, bicarakan sampai tuntas dan lega. Karena kalau ditahan bisa
membesar dan seiring dengan waktu makin membesar dan meledak. Selama ini belum
tuntas, kita gak bakal tangguh sebagai orangtua.
4.
Peran pasangan
sangat signifikan.
Suami istri harus membangun tim
yang tangguh dan saling menguatkan. Dengan tau kelebihan dan kelemahan masing2,
adalah kunci kesuksesan untuk berhadapan dengan anak. Ketika sebagai ibu,
sedang dalam tekanan, belum sepenuhnya mampu mengendalikan diri ketika
berhadapan dg anak. Maka, ayah mesti tanggap mengambil alih untuk menetralisir
keadaan. Begitu sebaliknya.
5.
Haram hukumnya,
untuk menyalahkan/mengkritik pasangan didepan anak.
Karena dapat menjatuhkan wibawa
pasangan sebagai orangtua dimata anak. Dan secara otomatis, ketangguhan
pasangan sebagai orangtua akan sulit dibangun untuk mengasuh anak tersebut. Apalagi sampai curhat ke anak tentang
kelemahan pasangan. Hal ini tidak saja menghilangkan wibawa pasangan, tapi juga
bisa merusak kepribadian si anak yang bingung tuk mencari figur atau model tuk
identifikasi dirinya.
6.
Terakhir, selain
berdamai dg masa lalu dan tuntas menyelesaikan masalah masa sekarang yg
dihadapi.
Sebagai orangtua juga harus
tangguh dan siap menghadapi masa depan yaitu anak yg terkadang penuh misteri
juga. Anak2 dianugerahi Allah juga komplit dengan segala keunikannya. Nah kita
juga harus siap menghadapi ujian lewat BAB anak ini.
Closing statement:
Tuk jadi pribadi orangtua yang tangguh kita mesti ingat 3 hal:
1. Deal dengan masa lalu yg berpengaruh pada karakteristik pribadi kita
2. Clear dengan tugas masa sekarang terkait konteks yg dihadapi: pekerjaan, pasangan, jaringan sosial, budaya dsb
3. Prepare dengan masa depan terkait dengan karakteristik anak yg penuh misteri: temperamen, kemampuan, gender dsb
Tuk jadi pribadi orangtua yang tangguh kita mesti ingat 3 hal:
1. Deal dengan masa lalu yg berpengaruh pada karakteristik pribadi kita
2. Clear dengan tugas masa sekarang terkait konteks yg dihadapi: pekerjaan, pasangan, jaringan sosial, budaya dsb
3. Prepare dengan masa depan terkait dengan karakteristik anak yg penuh misteri: temperamen, kemampuan, gender dsb
Semoga
ilmunya bermanfaat :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar